Thursday, August 5, 2010

Setelah KKN :)

0 orang kurang kerjaan
Hari Jumat malam jam 8 lebih 48 menit saya tiba di di Bandung. Masuk rumah sepi ga ada orang. Cuma ada Ayah yang tadi menjemput saya. Saya baru sadar. Ini bukan di rumah Ibu Martini. Ini bukan di Desa Paas. Ini bukan KKN lagi. KKN sudah berakhir.

Sedikit flashback sekitar 1 bulan yang lalu. Saya bersama kesembilan belas teman lainnya pergi menuju lokasi dimana kita akan melakukan program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Unpad. Lokasinya yaitu di Desa Paas, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Ehm mengapa saya pilih Desa Paas? Jawabannya adalah bukan saya yang memilih, tapi teman saya. Ketika teman-teman saya heboh memilih lokasi KKN dan ketika teman-teman saya janjian untuk lokasi KKNnya berbarengan, saya sedang berada di luar kampus dan entah kenapa saya santai-santai saja sampai saya dapat SMS dari Nenek -bukan nenek yang sebenarnya, dia salah satu teman saya-.

"Shake, mau didaftarin KKN ga?''
Saya menjawab, "Mau dong, nek"
Dia membalas lagi, "Mau didaftarin dimana?"
"Di Garut aja deh.." jawab saya.

Kenapa Garut? Karena Nenek saya -nenek yang sebenarnya, ibu dari ibu saya- ada di Garut. Yah siapa tahu bisa sekalian main-main ke rumah nenek. Dan ternyata teman saya yang bernama Nenek itu mendaftarkan saya di Pameungpeuk, tepatnya di Desa Paas.

Awalnya saya tidak mengharapakan apa-apa dari KKN ini. Selain untuk mengejar nilai 3 SKS, yah paling dapet pengalaman tinggal di desa dan berinteraksi dengan masyarakat. Tapi ternyata saya mendapat lebih dari itu. Saya mendapat 19 sahabat baru yang sangat-sangat menyenangkan. Mereka berasal dari berbagai fakultas, ada FKG, FTIP, FPIK, Fapet, Sastra, dan Psikologi. Dan mereka semua unik-unik ada yang pelawak, ada yang keibuan, ada yang kebapakan, ada yang suka melet -lidahnya-, ada yang kupingnya ga bisa nganggur (baca: nelpon terus), ada yang ga bisa minum obat tablet, dan ada yang suka bikin film juga!

Satu hal yang paling saya suka dari kelompok ini adalah kita menerapkan PHBS yaitu Pola Hidup Bebas dan Santai. Yap kita semua santai. Walaupun santai tapi alhamdulillah program tetap jalan. Ya ga, teman-teman?

Saya sangat bersyukur ditempatkan di Desa Paas ini. Kalian semua baik. Kalian semua suka menolong teman. Kalian semua asik. Dan kalian semua menyenangkan. Saya ga pernah sama sekali bosen disini. Tiap hari pasti ketawa. Itu yang membuat saya betah disini. Walaupun saya ga tidur di kasur, air kotor, jalan kaki tiap hari, numpang di rumah orang, tapi saya tetap betah berkat kalian semua teman-teman.

Kadang-kadang kalo lagi di rumah sendirian dan ga ngapa-ngapain suka kangen masa-masa 30 hari itu. Saya ga bosen-bosennya melihat foto-foto dan video-video 30 GB hanya untuk melihat muka kalian. Kangen kalian semua.

Ke Pantai Santolo pertama kali

Barudak Puncaksari

Setelah Lokakarya

Dokcil hari terakhir

Sunset di Santolo

Sebelum pulang :(


Teman-teman, terima kasih atas 30 hari yang menyenangkan ini. Terima kasih atas canda tawa yang kalian berikan selama 30 hari ini, membuat kerinduan saya akan rumah sedikit demi sedikit berkurang. Terima kasih Ester, Indah, Shei, Ufa, Amal, Chau, Ershad, Bakabon, Budi, Anjar, Tata, Bundo, Nurul, Nadia, Liyana, Rama, Robi, Gharba, Zainis. :) Walaupun KKN sudah berakhir, pertemanan kita ga sampai sini aja kan?

Wednesday, June 30, 2010

Sebelum KKN

1 orang kurang kerjaan
Besok saya berangkat KKN. Ga sengaja nge-klik blog ini. Udah lama yah saya ga cerita-cerita di blog. Ya udah deh sebelum saya berangkat KKN ke selatan sana, saya akan bercerita sedikit.

Hari Selasa kemarin adalah hari terakhir saya berstatus mahasiswa tingkat 3. Ya sekarang alhamdulillah secara resmi saya adalah mahasiswa tingkat 4. Wah ga kerasa banget, kuliah di Jatinangor insya Alah bentar lagi. Hemm.

Selesai 'bagi rapot', saya kumpul dengan teman-teman KKN. Oiya, saya KKN ke Desa Paas, Pameungpeuk, Garut. Dan ternyata menurut teman saya yang survey, Desa Paas itu seperti kota. Wow.

Saya lumayan bersemangat untuk KKN ini. Jadi bisa kenal teman-teman fakultas lain yang ternyata menyenangkan. Dan di KKN ini tugasnya adalah membuat program di bidang yang sesuai dengan fakultasnya masing-masing. Hm masih belum kebayang. Kemudian salah satu tugasnya yang lain adalah membuat blog tentang desa tersebut. Nah ini linknya buat yang pingin tau. Doakan saja semoga saya dan teman-teman baik-baik saja di sana dan kembali dengan keadaan yang utuh, hoho.

Nah di tengah-tengah ngumpul itu saya dikasih tau oleh Ester -teman satu fakultas yang sekelompok KKN- bahwa salah satu dosen ada yang meninggal. Innalillahi. Ga lama kemudian saya juga dapet SMS bahwa Bang Yoga -biasa kami panggil- meninggal dunia tadi sore dan jenazahnya ada di rumah duka di jalan bakti, Bandung.

Nah karena rumah dukanya dekat dengan rumah, saya jadi pingin melayat. Akhirnya saya menelepon teman yang berdekatan rumahnya dengan saya, yaitu Nenek dan Ichun. Ya sudah saya janjian dengan mereka untuk melayat ke sana.

Ketika saya sudah sampai rumah, ganti baju, kemudian langsung dijemput oleh Ichun. Kami langsung memberanikan diri menuju Jalan-Bakti-yang-dekat-dengan-RSHS itu. Padahal kita ga tau jalan. Haha. Rencana kita adalah pergi ke daerah situ dan mencari tempat yang ramai mobil. Karena pikiran kami kalo ada yang meninggal, pasti bakalan banyak mobil kan?

Setelah tawaf beberapa keliling, kok ga ketemu-ketemu juga yah? Ya sudah saya tanya ke Kang Harry -salah satu senior saya yang ko-ass di sana dan yang memberitahu bahwa Bang Yoga meninggal-, katanya deket kosan beliau di Jalan Tentram. Hmhm. Tapi kok ga ketemu-ketemu juga. Aneh.

Dan ternyata saya dikasih tau Anggi -salah satu teman saya juga- kalo jenazah Bang Yoga ada di rumahnya di Cimahi. Akhirnya rombongan kita ditambah Anggi yang bawa mobil juga sebagai penunjuk jalan kesana. Waah ternyata jauh juga yah jalannya, penuh liku dan banyak tanjakan juga. Wew.

Setelah nyasar-nyasar 'dikit' dan muter-muter, 1 jam kemudian tepatnya jam 9 malam kita sampai di rumah beliau. Walaupun saya jarang diajar langsung oleh beliau, tapi tetap saja sedih. Dan saya kagum dengan perjuangan beliau selama hidupnya. Beliau kuat sekali bisa bertahan dengan banyak penyakit selama itu.

Tidak lama kemudian, kami pulang.

Sampai rumah. Jeng-jeng. Pager udah digembok. Kemudian saya telepon rumah untuk ngebukain. Eh ternyata dikira orang rumah saya udah pulang daritadi soalnya lampu kamar saya nyala. Waw. *Pesan Moral: Jangan biarkan lampu kamar menyala ketika pergi*

5-10 menit kemudian ibu saya keluar membawa sekumpulan kunci. Pas dicobain kok ga ada yang pas kuncinya, ada kali 15 menit. Aduh udah dingin, pingin kencing juga lagi. Huahuahau. Akhirnya karena ga kebuka-kebuka juga itu gemboknya, untuk pertama kalinya saya manjat pager rumah. Wawawawaw. Susah juga yah ternyata. Hm.

Ya segitu deh cerita saya sehari. Penting banget ya? Haha. Ya udah deh. Sekian aja postingan kali ini. Doakan yaa, mau KKN. Dah.

Sunday, May 16, 2010

Flat.

3 orang kurang kerjaan
Senang rasanya menjadi seseorang yang ekstrovert.
Ekspresif.
Orang jadi gampang tau perasaan dia.

Kadang ga enak juga jadi orang yang terlalu introvert seperti saya.
Dan mempunyai muka yang datar.
Tidak ekspresif.
Maksud saya begini.
Tapi dari luar tidak terlihat seperti itu.
Jadi sering salah interpretasi.

Contohnya saja masalah "perhatian".
Sebenernya saya sayang dan perhatian kepada kalian.
Dan saya sebenernya sangat memikirkan kalian.
Tapi dengan muka saya yang datar dan pribadi yang introvert, mungkin kalian tidak merasakan itu.
Jadi terlihat seperti saya yang cuek.
Ketika kalian membutuhkan bantuan atau kesusahan mungkin kalian akan mendengar kata "Oooh.." saja dari saya.
Dan jangan mengharapakan saya akan berkata "Kamu lagi kenapa sih? Kok sedih gitu? blablablabla"
Karena saya susah mengungkapkan langsung kepada kalian.
Dan karena saya lebih suka untuk langsung bertindak.

Hm sebenernya sekarang saya sedang mencoba untuk mengungkapkan perhatian saya langsung.
Mungkin untuk awal agak aneh.
Tapi semoga saja orang-orang tidak salah interpretasi.

Maaf kalau kalian menilai saya tidak perhatian.
Dan maaf kalau terlihat dari luar saya seperti tidak menyayangi kalian.

Untuk siapapun yang merasa.

Saya sayang kalian.
 

supercalifragilisticexpialidocious Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template