Besok saya berangkat KKN. Ga sengaja nge-klik blog ini. Udah lama yah saya ga cerita-cerita di blog. Ya udah deh sebelum saya berangkat KKN ke selatan sana, saya akan bercerita sedikit.
Hari Selasa kemarin adalah hari terakhir saya berstatus mahasiswa tingkat 3. Ya sekarang alhamdulillah secara resmi saya adalah mahasiswa tingkat 4. Wah ga kerasa banget, kuliah di Jatinangor insya Alah bentar lagi. Hemm.
Selesai 'bagi rapot', saya kumpul dengan teman-teman KKN. Oiya, saya KKN ke Desa Paas, Pameungpeuk, Garut. Dan ternyata menurut teman saya yang survey, Desa Paas itu seperti kota. Wow.
Saya lumayan bersemangat untuk KKN ini. Jadi bisa kenal teman-teman fakultas lain yang ternyata menyenangkan. Dan di KKN ini tugasnya adalah membuat program di bidang yang sesuai dengan fakultasnya masing-masing. Hm masih belum kebayang. Kemudian salah satu tugasnya yang lain adalah membuat blog tentang desa tersebut. Nah ini linknya buat yang pingin tau. Doakan saja semoga saya dan teman-teman baik-baik saja di sana dan kembali dengan keadaan yang utuh, hoho.
Nah di tengah-tengah ngumpul itu saya dikasih tau oleh Ester -teman satu fakultas yang sekelompok KKN- bahwa salah satu dosen ada yang meninggal. Innalillahi. Ga lama kemudian saya juga dapet SMS bahwa Bang Yoga -biasa kami panggil- meninggal dunia tadi sore dan jenazahnya ada di rumah duka di jalan bakti, Bandung.
Nah karena rumah dukanya dekat dengan rumah, saya jadi pingin melayat. Akhirnya saya menelepon teman yang berdekatan rumahnya dengan saya, yaitu Nenek dan Ichun. Ya sudah saya janjian dengan mereka untuk melayat ke sana.
Ketika saya sudah sampai rumah, ganti baju, kemudian langsung dijemput oleh Ichun. Kami langsung memberanikan diri menuju Jalan-Bakti-yang-dekat-dengan-RSHS itu. Padahal kita ga tau jalan. Haha. Rencana kita adalah pergi ke daerah situ dan mencari tempat yang ramai mobil. Karena pikiran kami kalo ada yang meninggal, pasti bakalan banyak mobil kan?
Setelah tawaf beberapa keliling, kok ga ketemu-ketemu juga yah? Ya sudah saya tanya ke Kang Harry -salah satu senior saya yang ko-ass di sana dan yang memberitahu bahwa Bang Yoga meninggal-, katanya deket kosan beliau di Jalan Tentram. Hmhm. Tapi kok ga ketemu-ketemu juga. Aneh.
Dan ternyata saya dikasih tau Anggi -salah satu teman saya juga- kalo jenazah Bang Yoga ada di rumahnya di Cimahi. Akhirnya rombongan kita ditambah Anggi yang bawa mobil juga sebagai penunjuk jalan kesana. Waah ternyata jauh juga yah jalannya, penuh liku dan banyak tanjakan juga. Wew.
Setelah nyasar-nyasar 'dikit' dan muter-muter, 1 jam kemudian tepatnya jam 9 malam kita sampai di rumah beliau. Walaupun saya jarang diajar langsung oleh beliau, tapi tetap saja sedih. Dan saya kagum dengan perjuangan beliau selama hidupnya. Beliau kuat sekali bisa bertahan dengan banyak penyakit selama itu.
Tidak lama kemudian, kami pulang.
Sampai rumah. Jeng-jeng. Pager udah digembok. Kemudian saya telepon rumah untuk ngebukain. Eh ternyata dikira orang rumah saya udah pulang daritadi soalnya lampu kamar saya nyala. Waw. *Pesan Moral: Jangan biarkan lampu kamar menyala ketika pergi*
5-10 menit kemudian ibu saya keluar membawa sekumpulan kunci. Pas dicobain kok ga ada yang pas kuncinya, ada kali 15 menit. Aduh udah dingin, pingin kencing juga lagi. Huahuahau. Akhirnya karena ga kebuka-kebuka juga itu gemboknya, untuk pertama kalinya saya manjat pager rumah. Wawawawaw. Susah juga yah ternyata. Hm.
Ya segitu deh cerita saya sehari. Penting banget ya? Haha. Ya udah deh. Sekian aja postingan kali ini. Doakan yaa, mau KKN. Dah.
Wednesday, June 30, 2010
Sunday, May 16, 2010
Flat.
Senang rasanya menjadi seseorang yang ekstrovert.
Ekspresif.
Orang jadi gampang tau perasaan dia.
Kadang ga enak juga jadi orang yang terlalu introvert seperti saya.
Dan mempunyai muka yang datar.
Tidak ekspresif.
Maksud saya begini.
Tapi dari luar tidak terlihat seperti itu.
Jadi sering salah interpretasi.
Contohnya saja masalah "perhatian".
Sebenernya saya sayang dan perhatian kepada kalian.
Dan saya sebenernya sangat memikirkan kalian.
Tapi dengan muka saya yang datar dan pribadi yang introvert, mungkin kalian tidak merasakan itu.
Jadi terlihat seperti saya yang cuek.
Ketika kalian membutuhkan bantuan atau kesusahan mungkin kalian akan mendengar kata "Oooh.." saja dari saya.
Dan jangan mengharapakan saya akan berkata "Kamu lagi kenapa sih? Kok sedih gitu? blablablabla"
Karena saya susah mengungkapkan langsung kepada kalian.
Dan karena saya lebih suka untuk langsung bertindak.
Hm sebenernya sekarang saya sedang mencoba untuk mengungkapkan perhatian saya langsung.
Mungkin untuk awal agak aneh.
Tapi semoga saja orang-orang tidak salah interpretasi.
Maaf kalau kalian menilai saya tidak perhatian.
Dan maaf kalau terlihat dari luar saya seperti tidak menyayangi kalian.
Untuk siapapun yang merasa.
Saya sayang kalian.
Ekspresif.
Orang jadi gampang tau perasaan dia.
Kadang ga enak juga jadi orang yang terlalu introvert seperti saya.
Dan mempunyai muka yang datar.
Tidak ekspresif.
Maksud saya begini.
Tapi dari luar tidak terlihat seperti itu.
Jadi sering salah interpretasi.
Contohnya saja masalah "perhatian".
Sebenernya saya sayang dan perhatian kepada kalian.
Dan saya sebenernya sangat memikirkan kalian.
Tapi dengan muka saya yang datar dan pribadi yang introvert, mungkin kalian tidak merasakan itu.
Jadi terlihat seperti saya yang cuek.
Ketika kalian membutuhkan bantuan atau kesusahan mungkin kalian akan mendengar kata "Oooh.." saja dari saya.
Dan jangan mengharapakan saya akan berkata "Kamu lagi kenapa sih? Kok sedih gitu? blablablabla"
Karena saya susah mengungkapkan langsung kepada kalian.
Dan karena saya lebih suka untuk langsung bertindak.
Hm sebenernya sekarang saya sedang mencoba untuk mengungkapkan perhatian saya langsung.
Mungkin untuk awal agak aneh.
Tapi semoga saja orang-orang tidak salah interpretasi.
Maaf kalau kalian menilai saya tidak perhatian.
Dan maaf kalau terlihat dari luar saya seperti tidak menyayangi kalian.
Untuk siapapun yang merasa.
Saya sayang kalian.
Terima Kasih
Kurang lebih sudah 20 tahun saya hidup.
Sudah banyak orang berinteraksi dengan saya.
Sudah banyak juga kata terima kasih terucap.
Tapi tidak semua kata terima kasih itu berhasil keluar dari mulut saya.
Entah itu malu.
Entah itu segan.
Atau karena lupa mengucapkan.
Dengan ini saya mengucapkan Terima Kasih banyak.
Kepada semua orang yang telah membuat hidup saya menjadi seperti ini.
Terima kasih atas kebahagiaan yang membuat saya tersenyum.
Terima kasih atas segala perhatian kalian.
Terima kasih sudah menyadarkan saya ketika saya salah.
Terima kasih atas kesabaran kalian untuk memaklumi sifat saya yang seperti ini.
Terima kasih sudah mempercayai saya sebagai tempat untuk berkeluh.
Terima kasih sudah berhasil membuat saya menangis di depan kalian.
Terima kasih sudah mengajarkan saya tentang kehidupan.
Terima kasih atas semua bantuannya yang membuat beban saya menjadi ringan.
Mungkin kalian tidak sadar telah melakukannya.
Tapi saya sangat menghargai itu, karena tanpa kalian saya tidak akan menjadi lebih baik.
Untuk semua orang yang merasa belum menerima ucapan terima kasih dari saya.
Terima Kasih :)
Sudah banyak orang berinteraksi dengan saya.
Sudah banyak juga kata terima kasih terucap.
Tapi tidak semua kata terima kasih itu berhasil keluar dari mulut saya.
Entah itu malu.
Entah itu segan.
Atau karena lupa mengucapkan.
Dengan ini saya mengucapkan Terima Kasih banyak.
Kepada semua orang yang telah membuat hidup saya menjadi seperti ini.
Terima kasih atas kebahagiaan yang membuat saya tersenyum.
Terima kasih atas segala perhatian kalian.
Terima kasih sudah menyadarkan saya ketika saya salah.
Terima kasih atas kesabaran kalian untuk memaklumi sifat saya yang seperti ini.
Terima kasih sudah mempercayai saya sebagai tempat untuk berkeluh.
Terima kasih sudah berhasil membuat saya menangis di depan kalian.
Terima kasih sudah mengajarkan saya tentang kehidupan.
Terima kasih atas semua bantuannya yang membuat beban saya menjadi ringan.
Mungkin kalian tidak sadar telah melakukannya.
Tapi saya sangat menghargai itu, karena tanpa kalian saya tidak akan menjadi lebih baik.
Untuk semua orang yang merasa belum menerima ucapan terima kasih dari saya.
Terima Kasih :)
Subscribe to:
Posts (Atom)


